Galau …

Wulan, . . . . . .
mengapakah dikau terdiam dan tenggelam
dalam gelombang kebisuan? bukankah
selama ini dikau selalu tersenyum

walau dalam kepucatan; dalam keterasingan
hadirmu selalu didamba setiap
insan di jagad raya

senyummu
selalu di tunggu semua
jiwa yang merindu
Wulan; kembalilah
seperti hari-hari dimana kita bisa bersuka

